Rabu, 19 Januari 2011

LDKM 1

Pagi ini jam 6.30 teeeeng kumpul di kampus. Eiitss ada yang cari masalah pagi-pagi sudah buat kesel. Teman serumah yang meninggalkan aku dan ternyata menjemput yang lain. Hmm bagus yaaa!!!! Ya sudah begitu tupanya sifatnya, susaah ya kalo cewek gak bisa berteman kayak laki-laki yang biasanya asik kalonya di ajak sahabatan. Ya sudaah dari pada telat mikirin tu anak mending get out tancap gas.
Aayy, banyak anak yang terlambat rupanya, membuat panitia dengan leluasa ngomel-ngomel kesana kemari mencari kesalahan, ada yang beralasan nunggu teman, datang dari bjm, keliling nyari aqua, telat bangun alarm mati huh macam-macam saja. Bahkan ada yang bilang showernya mati, hahaha tu anak gak ada alasan lain napah nyari mati aja bilang shower mati ! ketawa deh gue dengan ditahan hahaha. Oke cukup! SERIUSSSS!
Dan yang gak telatpun juga ikut diomeli, timbul rasa benciku jadinya. Haduuuh kuping gue rasanya mau pecah dengar teriakan tu kakak-kakak panitia. Hah sial disuruh lari-lari keliling lapangan.
Truss, bagi yang TTD kurang at lebih, tidak sopan meminta TTD silahkan maju kedepan,,hedeeeh yaa terpaksa maju. Eh aku kira Cuma aku, ternyata banyak juga yang lain, untung deh. Hahahhaa #senyum licik..
Eitss ada 4 orang ketinggalan yang tidak maju, yang merasa dirinya benar. A da havita,gustin,tari, dan henny. Wew tak kusangka padahal mereka juga ada salah tapi merasa dirinya benar. Dn sialnya ketika Tari ditanyai hukuman apa buat kami semua, diapun menjawab bikin essai.
Hettss kurang ajar kata temanku disamping seenaknya saja, teman-teman yang lainpun saling berpandangan dengan berpikir seperti itu juga mungkin. Tegaa betul yaa aa temen sendiri mau ngazab ya rupanya. Kamipun dicermahi kakaknya dengan cacian macam-macam.
Di dalam ruangan tiak terjadi apa-apa karena disana Cuma duduk mendengarkan seminar, dan muka kakaknya tidak segalak di lapangan tadi mulai bisa tersenyum.
Sore ada diskusi kelopok membahas hima sera presentasinya. Ya alloooh salah ngomong gue, wkakakak malu dehh. Ah biarlah diketawakan, anjing menggonggong kapilah berlalu. Malam-malam, ada acara keliling kampus, memasuki setiap pos.
Pos 1: santai, disana ada ka dayah, ka heri, ka ami,dll. Ya ajang curhat istilahnya segala tempat keluh kesah. Aku ga ngomen apa-apa sih kecuali ace dingin. Yaa aku disamping dingin, dan aku berasa menjadi es.
Pos 2: makan, disana ada ka fitri, ka yoga. Haauuu ajrit, kirain makan enak, ternyata makan pare. Ah apa itu pare, nama yang baru ku dengar. Katanya itu sayur dan mengandung vitamin, bodooo amat aku mau muntah. Itu makanan yang paling menjijikan pertama yang masuk dalam mulutku. Dan yang lebih parah itu didigigit bergantian satu kelompok sampai tu makanan habis. Mana sudi sku makan itu, teman-temanku hebat walaupun tak suka tetap diteguknya. Aku? Sorii yaaa, ga sudiiiiiiii. Ku taruh saja dibawah lidah, huh kakaknya nanyai trus lagiii terpaksa ku bertahan dengan pare dibawah lidah. Setelah kami pergi dari situ barulah aku bebas membuang pare. Hahhahhahhahhaaha good bye pare. FUCK YOU!
Pos 3: di anatomi, tempat dimana para kadavr, hiiiyy serem amat. Tapi Cuma di teras, ga masuk kedalamnya kok, disana Cuma disuruh mengarang tentang keperawatan.
Pos 4: teka-teki gitu buat kapal.
Tenggg waktu habis, sudah larut malam saatnya pulang...

Kecelakaan bikin sial

Sabtu, 2 Desember.
Libur saatnya molor sampe siang, yaa hari ini libur karena para mahasiswa memasuki minggu tenang, minggu dimana aktivitas perkuliahan diliburkan buat kita-kita belajar menghadapi Final Test. Jam 9’an aku dan abin (sepupuku) bangun (tak lupa sholat subuh trus tidur lagi hihiihi ). Setelah itu akupun mandi, makan bersamanya lalu mengantarkannya pulang kekostnya. Sebelum berangkat, tari bicara mengajakku untuk melobby gedung, buat acara makrab nanti jam 5 sore katanya. Hmm okey kataku. akupun berangkat mengantar sepupuku tadi, tak lupa ke martapura sebentar buat shopping. Cukup menguras dompetku alhasil tersisa 2 ribu perak di dalam dompet. Itupun buat bayar parkir, capee deh. Aku tak enak bila dompet kosong, jadi sebelum pulang kuputuskan mampir ke ATM dulu.
Setelah sampai di rumah, aku masak, makan, kunci kamar, sholat belajar, tidur. Aku tak mengira sudah jam 5 lewat karena tadi hujan lebat sekali. Saat ku keluar kamar, ternyata tai sudah siap dan pergi begitu saja tanpa menghiraukanku. Aku bingung, bukankah dia yang mengajakku pergi bersama tapi kok malah kabur ninggalkan aku. Aneh bukan? Aku pun marah dan jadi ogah buat kesana,tapi klo aku ga kesana sama aja dengan aku kalah. Ya sudaaaaaaah ! aku putuskan buat kesana mencari teman-temanku setelah aku sholat.
Di jalan tiba-tiba saja ada mobil dihadapanku, aku pun mengere menghindari mobil,dan tak disangka ada lubang menanti di hadapanku. Ku mencoba rem semampuku,tetapi sayang jalan yang licin sehabis hujan, pasir di sekitar lubang membuatku tidak bisa berbuat apa-apa, membuat motorku berkelok-kelok kesana kemari kehilangan keseimbangan alhasil bruuuk aku jatuh. Tak ada siapa-siapa disana kecuali aku dan si mobil. Aku yang tak kuat dan tak berdaya Cuma bisa berharap si pengemudi itu turun agar menolongku. Tapi nyatanya apa? Dia kabur dan meninggalkanku sendirian dalam keadaan tertindih motor yang berat. Ku yang tak kuat berbaring saja dijalanan dengan motor menindihku, meringis menahan sakit dan mengira ku sudah mati. Beruntung saat itu ada orang yang lewat berbaik hati menghampiri dan mengangkatku.
“Astaga, kenapa de, ditabrak yah?” aku yang tak bisa ngomongpun cuma bisa mengangguk seadanya karena syok berat.
“Yang mobil itu tadi ya dek?
Oalah keren-keren make mobil nabrak orang tapi malah kabur, dasar orang gila.”
Yaa itu kata-kata si lelaki tua penolongku, kata-kata yang bisa ku tangkap dalam bahasa jawanya mungkin seperti itu artinya. Semua kaca spion, kaca depan pecah semua karena tadi jatuh kuat sekali. Tak penting berapa yang harus diperbaiki, yang penting saat ini seberapa sakit yang ku derita. Kaki kiriku bengkak besar,dan yang kanan lecet. Tak apalah kaki, yang ku tahan saat ini adalah luka memar yang ada di perutku, yaah perutku menghantam stang motor sehingga perutku seperti tersayat pisau dengan warna biru yang terasa teramat sangat sakit karena bengkak dan memar. Beruntung tadi aku memakai jaket dan jeans, sehingga aku tidak berlumuran darah secara langsung. Setelah itu aku mendatangi teman-temanku tadi, mencari mereka di lokasi lalu ketoko revarasi membeli kaca spion. Dan ketika ku sampai di rumah ku sms mama dan intan,Cuma intan yang membalas. “Bilang geh sama mama” jawab intan. Looh emang mama dimana, jawabku
Oooh mama lagi di hotel, ada acara disana sama kawan-kawan kantor..
Jam 8’an mama menelponku, dengan nada yang sanga mengkhawatirkan.
“Nak, kenapa biisa sampai kecelakaan, blalalalaa..
Ku ceritakan kejadiannya, tak lupa juga bilang kaca-kaca moor pecah.
“ahh jangan mikirkan itu, motor gpp, yang penting berurut aja sana!”
Iya mama. Percakapan trhenti, satu jam kemudian mama menelponku.
“udah diurut belum?”
Kataku, tadi orangnya ga ada (tetangga), jadi besok aja.
Mamapun mengajakku pulang ke Barabai esok, tapi ku tolak alasan belajar.
Setelah itu aku sms si abin, dan ku menanyakan dimana tempat urut, aku tadi kecelakaan!
2 jam kemudian dia datang menemuiku, dan menginap menemaniku. Temanku di rumah tidak peduli dengan keadaan ku.
Minggu, 25
Esok pagi, dia mengantarkanku ke tukang urut, tapi sebelumnya kami keliling Banjarbaru dulu. Di gang astoria itulah lokasi yang kami tuju, setelah bertanya-tanya dengan orang. Ketika disana cuma tangan dan kakiku yang diurut, huh gak puas, kamipun mencari tukang urut yang lain. Kami pun ke lokasi selajutnya dan menemui seorang nenek tua, terlihat di rungan yang ku tepati itu dipenuhi dengan botol minyak di setiap lemarinya dan dengan nuansa rumah tua yang nampak sepi. Aku pun membuka baju, sehingga Cuma tapih saja yang kukenakan. Walaupun tak senyaman urutan langgananku d’barabai tapi lumayan lah, aga mendingan daripada yang tadi. Aku berteriak histeris saat nenek tua itu memutar-mutar dan mempermainkan luka bengkakku. Ingin rasanya menangis dan berteriak sekua-kuatnya, jadi kutahan saja dengan cara konjang kanjing kesitu dan kemari seperti ular yang kepanasan. Itu bagian kaki, kini mulai ke bagian perut, sumpah aku benar-benar gak tahan dengan siapapun yang memegang perutku, geli dan sakit ketika nenek itu menekan perutku. Alhasil aku teler, rasanya tak kuat agi untuk berbuat apa-apa.
Hari ini terasa menyiksa dengan rasa yang teramat sangat sakiiit! CUKUP BUAT HARI INI..

Seleksi PADUS

Pagi yang cerah, mengantarkan aku ke kampus menjalani aktivitas kuliah seperti biasa, dimana aku bertemu dengan dosen, bertatap muka dengan teman-teman yang baik/rese, dan  melihat hilir mudik mahasiswa lainnya dengan ciri khas gaya anak FK (Fakultas Kedokteran) yang super sibuk. Ini hari dimana aku seleksi, yaaa aku ikut seleksi hahahahaaaaa...  Terlihat gokil emang, secara aku yang gugupan ini berani betul mengambil resiko mengikuti padus, padahal jelas yakin aku akan kalah. Soalnya banyak saingan berat dimana-mana termasuk di kelas aku sendiri begitu banyak diisi oleh para penyanyi.  Yaaaa terkecuali ada jin yang mengubah nilai juri yang bisa menyulap aku lolos audisi.. Lhooo???
Audisi kali ini di tempatkan di Sekre BEM, di terasnya duduk beberapa peserta dengan muka yang gugup menunggu setiap panggilan. Giliranku tiba karena namaku disebut oleh panitia supaya memasuki ruangan, bersama Titi temanku.  Kamipun masuk, ku lihat ada anak PSKG 10 menyanyi lagu Rayuan Pulau Kelapa dengan sangat merdu sekali. Nah, ketika ni anak sudah selesai tiba giliran titi, dan ternyata......

Ahhh sial orangnya kabur, hidiiih aku deh yang kena! Oaaalah kurang ajar ni anak tidak bertanggung jawab kataku dalam hati. Enak yaaa kabur seketika luu...
Terpaksa aku yang duluan, uhh biarlah.. Lalalalallala aku menyanyi lagu jera. Itu looo lagunya Agnes Monica. Akupun menyanyi saja dan yaaa bagus siih lumayan tapi gara-gara ketinggian suaraku jadi meleset dan bruuuk nada jatuh ketika bait terakhir terutama dinada yang tinggi haduuh kacau sekali. Juripun berkomentar:” padahal bagus tapi kenapa waktu di ujung nyanyinya gitu dek???, gugup yaah liat jurinya ganteng??”
Hahahaha, akupun tertawa dalam hati, mana aku merhatiin muka juri? Wong aku gugup, tutup mata.
#Seolah penuh penghayan gituuu, tapi sebenarnya sih gugup setengah mati, apalagi ada handycam mengintaiku.

Hmmm, pesertanya ada 80 orangan dan yang diterima cuma 20 orang, udah kalah deh pasti tapi aku ikut audisi bukan nyari lolosya, aku ikut Cuma ingin belajar percaya diri dan berani tampil dihadapan orng banyak. Loloos ya syukur, kalah yaa gpp. Ini tahap perkembangan diri aja sebenarnya, tahap dimana aku belajar mencoba memberanikan diri dalam hal apapun  terutama tampil dihadapan orang banyak. Mengubah diriku ini sedikit  demi sedikit , yang tadinya takut menjadi orang yang berai dan percaya diri.

Ooya satu lagi, aku akui aku orang yang malas buat ngomong apalagi bertanya, presentasi atau hal apapun yang berurusan  dengan ngomong ku lebih memilih diam. Hmm itu dulu, kini sedikit demi sedikit aku beranikan diri buat bertanya, atau juga mengambil alih diskusi bila moodku baik. Aku harus merubah diri pikirku, menjadi aktif dan lebih baik. Walaupun sulit tapi untuk sebuah keberanian, itu awal yang baik  buat seorang pemula, walau  harus mengorbankan 15 ribu untuk tumbal kekalahan dan keberanian.

Walau gugup setengah mati, dengan wajah yang hancur dan tangan panas dingin waktu menyanyi di hadapan juri dan kaka-kaka tingkat. Tapi yaaa okelah its oke, AKU HEBAT, walaupun tidak begitu hebat dimata orang lain.
KEEP SPIRIT FOR ME! Hahaha semangat buat diri sendiri. Biarlaah,, bwee.