Ku buka memori masa-masa SMA ku, bukan SMA sebenarnya lebih tepatnya Man1 Barabai. Disanalah tempat aku menuntut ilmu dan belajar. Belajar akademik dan bersosialisasi dengan teman2 semuanya. Disinilah aku mulai aktif dimana mencari jati diri, lumayanlah daripada smp dulu terlalu banyak diam dan culun abis. Sekarang aku sudah memasuki dunia perkuliahan dimana tak ada sedikitpun waktu untuk bernafas lega, karena rasanya waktu terkuras untuk belajar pretest, mengerjakan laporan, ujian, belum lagi harus menghemat uang, tak ada waktu bermain, dll hal2 yang membuat otak gila terkumpul semua di kampus tersayang fakultas kedokteranku itu. Huh membosankan memang, padahal dulu waktu SMA aku selalu berdoa semoga lekas-lekas lulus. Semuanya sudah terjadi dan aku tahu rasanya “CAPEK BERAT”.
Ooya, kembali ke masa lalu saja, ku ingin bercerita sedikit masa-masa SMA. Waktu kelas X A, XI IPA 1 rasanya semua cuek saja dalam urusan berteman. Menjelang naik kelas Xii ipa 1 disinilah awal kekompakan, kebersamaan mulai terjalin. Segala macam masalah ,liku-liku campur aduk dalam waktu yang tidak terlalu lama. Segala kelakuan nakal, saling mengolok-olok teman itulah suasana yang mengerikan harus kuhadapi. Hhaha. Entahlah kenapa mereka doyan sekali menggangguku entah itu cowok at cewek sekalipun. Mungkin mereka suka ekspresi mukaku yang merah, marah, at malu sekalipun, entah rame kali ya? Ga tau juga. Akan ku ingat mereka semua: rizka, anna, said, agus,yana,nurul, rizkan, hakim, agus,sri, nina, yana, dan masih banyak lagi. Nama-nama yang takkan kulupakan. harus ekstra sabar menghadapi mereka. Menderita memang hari-hariku waktu SMA tapi klo ga gitu sepi juga sih kelas. Beda sekali sama sekarang ga bisa kumpu2 sm mereka lagi dimana semua menjalani kehidupan masing2 melanjutkan masa depan. Huaah
Belum lagi kejadian dimana aku terpeleset gara-gara mengangkat tempat cuci tangan,waktu itu lantai licin habis dipel akibatnya sudah jatuh, kejedot dinding, #plung kepala dijatuhi kayu dan rasanya jelas sakit sekali, bokong sama kepalaku nyutnyutaaaaan. Hari yang memalukan dimana waktu itu kelas unggulan terletak dicentral, bersampingan kantor guru, dan dekat sama tepat wudhu sehingga nampak jelas kejadian itu untuk dilihat orang-orang. Aku ingat ketika ngakaknya kepala sekolah yang galak mengetawakan aku sejadi-jadinya, padahal sumpah bapaknya itu lumayan galak dan berwibawa. Hahhaha lucu mengingat hal2 bodoh tersebut, dan aku dibuat salting menahan malu, belum lagi diketawakan si agus, rizka dan siapapun yang mlihatku ....
“kenapa gak dvideo aja tadi ya??” gumam mereka mengetawakan ku.. hhhaahaha sial
Ada rasa kebersamaan dikala menghadapi masa-masa disaat semua stres, dan merasa senasib sepenanggungan mulai dari harus sekolah pagi-pagi membahas soal-soal ujian, belum lagi ulangan dan tugas, menyelesaikan tulisan alqur’an 30 juz, pulang sore. Singkat cerita ujian selesai akhirnya kami sudah terbebas dari semua itu dan kami berniat mengadakan piknik ke pantai batakan. Sayang tidak semua ikut soalnya ada yang acara keluarga, ke yogya, dan berbagai alasan lain. Hampir gagal pikniknya tapi untunglah tetap jadi. Aku ingat piknik itu pada tanggal 9 mei 2010, karena itu bertepatan sm ultah intan, dia ultah sendiri kasian tapi gpp dia asyik sama temannya, mama lagi ga ada juga saat itu kelur kota. Syukurlah, alhamdulillah kami berangkat subuh iya berhasil tapi gara2 menunggu ini dan itu alhasil jam 8 baru berangkat, dalam mobil kami asik bernyanyi dan ketika sampai di pantai disana kami makan bersama, ngerujak bareng, mandi, foto, naik kuda...
Itulah terakhir kami kumpul bersama-sama selebihnya Cuma ketemu di sekolah saat mengambil ijazah, oyaaa aku mendapatkan nilai terbaik dalam ujian hhehe lumayan masuk koran sebagai peringkat tertinggi ke-3 sekalsel tingkat MAN. Dan tak kalah membahagiakannya aku mendapatkan beasiswa 50 juta, dari sekolahku Cuma aku ceweknya, 2 orang lainnya cowok yaitu si said sama hakim. Sebenarnya aku tak pantas mendapatkan itu ,secara masih banyak anak-anak lain yang lebih pintar dari aku, tapi namanya takdir, nasib dan keberuntungan siapa yang menyangka kehendak TUHAN apapun bisa terjadi dalam sekejap. Tak lupa doa dan usaha tentunya,
Thanks papa, mama, adikku intan yang centil seluruh keluarga yang sudah mendoakan aku.
Thanks buat sobat dan teman-teman semua, guru, tetangga at siapapun yang mengenalku. Hhe.
Miss u all, emuah